Rabu, 06 September 2023

1.2.a.5. Ruang Kolaborasi Modul 1.2 - Diskusi Mandiri

 

 

 

Durasi : 3 JP
Moda :  
Pertemuan tatap maya (Diskusi pembuatan karya (3 JP)

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP merancang kegiatan yang memanfaatkan kekuatan nilai para pihak secara kolaboratif

Diskusi Pembuatan Karya

Setelah mempelajari paparan materi pada bagian ini, Bapak/Ibu telah menjawab pertanyaan pada forum diskusi tertulis secara individu. Gunakan pemahaman dan refleksi pribadi Bapak/Ibu pada forum diskusi tertulis itu untuk berkolaborasi dalam kelompok dan merespon tugas berikut:

Tugas 1. Membuat karya poster/peta pikiran/powerpoint/video 

Dalam kelompok, bagaimana saya dapat berkontribusi dalam merancang SATU kegiatan yang sesuai dengan SATU peran GP yang kelompok pilih dalam upaya mengkolaborasikan kekuatan nilai yang telah dimiliki oleh masing-masing rekan dalam kelompok saya? Susunlah gambaran (rancangan) singkat kegiatan yang berbasis kekuatan nilai setiap anggota kelompok.

Usai kerja kelompok, Bapak/Ibu diajak untuk melakukan refleksi dengan merespon tugas berikut:

Tugas 2. Refleksi 

Siapa (1 orang) rekan dalam kelompok saya di Ruang Kolaborasi yang menurut saya sudah memiliki satu nilai yang saya masih perlu kembangkan?. Apakah nilai itu?. Dan mengapa itu penting untuk saya dan proses kolaborasi kelompok?. Tuliskan dalam bentuk surat terimakasih dan apresiatif pada rekan tersebut (untuk nantinya dikirimkan melalui aplikasi pesan singkat).


Tenggat waktu pengumpulan tugas sesuai jadwal yang telah ditentukan.
 Selanjutnya Bapak/Ibu akan mengikuti sesi pertemuan tatap maya bersama kelompok untuk mempresentasikan hasil kolaborasi (2JP) Anda di depan kelompok lain dan fasilitator. Karya yang Anda buat akan dinilai berdasarkan rubrik di bawah ini. Selamat berkolaborasi! 

dilaksanakan selasa, 6 September 2023 jam 13.30 - 15.30 

Daftar nama klp 3:
1. Tatit novi sahara
2. Diyarko
3. Iin Novika Sari
4. Muh Syafrudin



Google Meet™ for Moodle

1.2.a.3. Mulai dari diri - Modul 1.2


 

Tugas 1. Refleksi
1. Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan di sana?
Peristiwa Positif :

Salah satu peristiwa positif yang paling memuaskan adalah Ketika mendapatkan nilai tinggi  ujian nasional. Ini bisa meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi saya karena lulus smp dengan nilai nem tertinggi kedua dengan jumlah 35. Sedangkan untuk tertinggi berjumlah 36 (lulus SMP)

Peristiwa Negatif :

Peristiwa negatif  bagi saya adalah saat lulus sekolah SMA  tahun 1993  menentukan mau kuliah atau tidak? Ibu dan kakak meninginkan kuliah, namun saya tidak mau. Inginnya saya adalah bekerja mencari uang karena ekonomi. Oleh kakak saya di paksa untuk tetap kuliah. Sudah didaftarkan di IAIN Walisongo Semarang. Mengikuti  tes Alhamdulillah bisa diterima kuliah di IAIN.

2. Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?

Peristiwa Positif : Kepala Sekolah, guru, Orang Tua,

Peristiwa Negatif : orang tua, kakak

 

3. Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang

Peristiwa Positif : Bersyukur, Senang

Peristiwa Negatif : Takut, tertekan

 

4. Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat mempengaruhi diri saya di masa sekarang?

Momen yang saya alami baik moment yang positif maupun yang negatif masih dapat saya rasakan dan masih mempu mempengarusi diri saya sebab, moment yang positif tersebut benar-benar saya alami sendiri dan butuh perjuangan yang sangat keras untuk memperoleh hasil yang maksimal. Namun sebaliknya moment yang negatif yang saya alami terkadang masih ada rasa takut, tertekan jika menghadapi situasi kondisi yang tidak menyenangkan. Dari perjalanan hidupku sampai sekarang baik moment positif maupun yang negatif yang saya alami sendiri baik secara langsung mapun tidak langsung masih bisa mempengaruhi pada diri saya.

 

5. Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

Terkait peran saya sebagai guru terhadap peserta sebaiknya kita memberikan hal yang terbaik kepada siswa, jadilah guru yang didekati siswa, selalu dinantikan kehadirannya di kelas karena materi yang disampaikan oleh gurunya sangat mudah dipahami dan dimengerti, guru yang bisa memahami karakter siswanya, guru yang selalu menjadi tempat curhatan dan sharing. Guru yang selalu memotivasi siswanya untuk belajar. Guru yang selalu sabar dan bisa menahan emosi dikala menghadapi siswa yang memiliki sikap perilaku , karakter yang berbeda-beda. Karena sikap guru yang seperti itulah yang akan selalu diingat oleh siswa selama hidupnya

.

6. Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: “guru”, “murid”, “belajar”, “makna”, “peran”?

Peran Guru dalam memberikan motivasi untuk belajar sangat ber-makna bagi murid

 

Tugas 2. Nilai dan Peran Guru Penggerak Menurut Saya

1. Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?

Nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru dan komunitas sekolah adalah menjadi guru yang menyenangkan,  dengan murid selalu memberikan semangat belaja. Dengan rekan guru mengajak untuk berkolaborasi , sharing atau berbagi. Sedangkan dengan komunitas sekolah saya adalah diantaranya menjalankan tugas tambahan lain yang diberikan sekolah dengan baik.(sebagai tim kurikulum sekolah)

 

2. Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan kerja, dan komunitas sekolah saya?

Sebagai guru dalam pembelajaran selalu mengedepankan dan memahami karakter murid serta menanamkan budi pekerti yang baik dalam mengarahkan murid agar bisa mengembangkan potensi dalam dirinya sesuai dengan minat dan bakatnya. Sebagai guru (rekan sejawat) selalu berdiskusi dan sharing dengan rekan sejawat membahas media atau model pembelajaran dikelas yang disesuaikan dengan karakter anak agar proses belajar mengajar baik dikelas maupun di luar kelas bisa menyenangkan. Sedangkan peran saya dalam komunitas sekolah  sebagi ketua MGMP PAI di sekolah dan di Sub Rayon 06. Selalu aktif dalam kepengurusan MGMP PAI SMP Se-Kota Semarang.

Demikian Refleksi dari saya. Semoga bermanfaat

Terimaksih

Salam guru Penggerak

Bergerak dan menggerakan

SMP Negeri 15 Semarang Raih Gelar Juara Satu dalam Kategori Rebana Mapsi ke-16

 

Semarang, 6 September 2023 - Lomba Mapsi ke-16 khusus dalam kategori rebana telah berlangsung di Kota Semarang yang diselenggarkan oleh Dinas Pendidikan kota Semarang bekerjasama dengan MGMP PAI kota Semarang. Dalam pelaksanaanya tersebut SMP Negeri 15 Semarang meraih gelar juara satu yang membanggakan. Dalam kompetisi ini, SMP Negeri 15 Semarang mengalahkan pesaing kuat, SMP Multazam, dan SMP Negeri 9 Semarang yang meraih juara dua dan tiga. ada pesaing yang lebih kuat lagi yaitu smp 14 yang tahun ini belum  berhasil dapat juara

Dalam penampilan yang memukau, tim rebana dari SMP Negeri 15 Semarang berhasil menggondol gelar juara satu dengan persembahan yang penuh semangat dan kesungguhan. Mereka mampu memukau juri dan penonton dengan harmoni rebana yang menggetarkan hati.

Juara dua, SMP Multazam, juga memberikan penampilan yang luar biasa. Mereka berhasil mempertahankan kualitas dan prestise mereka dalam kompetisi ini. Sementara itu, SMP Negeri 9 Semarang, sebagai juara ketiga, memberikan penampilan yang penuh energi dan semangat.

Ketua panitia dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bapak Munto, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi para peserta dan kesuksesan acara ini. "Kompetisi rebana dalam Mapsi ke-16 ini adalah ajang yang sangat bergengsi dan kompetitif, dan kita sangat senang melihat semangat dan dedikasi peserta dalam menjunjung tinggi nilai-nilai seni dan budaya Islam," ujar Bapak Munto.

Selain penghargaan bergengsi, juara dalam kategori rebana juga berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan. SMP Negeri 15 Semarang sebagai juara satu akan menerima uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah, sementara SMP Multazam sebagai juara dua akan mendapatkan 7.5 juta rupiah, dan SMP Negeri 9 Semarang sebagai juara tiga akan menerima uang pembinaan sebesar 5 juta rupiah.

Prestasi dan semangat yang ditunjukkan oleh semua peserta diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan minat mereka dalam seni budaya dan agama Islam. Selamat kepada SMP Negeri 15 Semarang atas kemenangan mereka, dan semoga hadiah uang pembinaan ini akan membantu dalam pengembangan lebih lanjut bakat rebana mereka.

Kegiatan Mapsi ke-16 ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan sarana untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ajaran agama Islam serta memperkaya budaya seni rebana di kawasan Semarang dan sekitarnya.

Selain prestasi yang diraih oleh para peserta, keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi panitia, terutama Bapak Munto, yang telah menjadi ketua panitia dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. Dalam sambutannya, Bapak Munto berterima kasih kepada seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan acara ini dengan sukses. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada semua sekolah yang berpartisipasi dan para guru pendamping yang telah membimbing siswa-siswa dengan baik.

Kompetisi rebana dalam Mapsi ke-16 ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan yang diadakan dalam rangka memupuk semangat keagamaan dan pengembangan bakat di kalangan pelajar. Semoga keberhasilan yang diraih oleh para pemenang ini akan menjadi pijakan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

Acara penutupan Lomba Mapsi ke-16 ini dihadiri oleh para peserta, guru pendamping, orang tua, serta berbagai pihak terkait. Semua pihak berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan dan menjadi ajang inspirasi bagi generasi muda untuk tetap bersemangat dalam memahami agama dan seni budaya Islam.

Sekali lagi, selamat kepada SMP Negeri 15 Semarang atas prestasi gemilang mereka dalam kategori rebana dan seluruh peserta lainnya yang telah berpartisipasi dengan semangat tinggi. Semoga keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan mereka untuk lebih mengenal dan menghargai nilai-nilai agama Islam serta seni budaya yang kaya di Indonesia.